BKD Kab. Solok Melakukan Inventarisasi BMD Secara Anti Mainstream

By Badan Keuangan Daerah 19 Sep 2019, 22:21:17 WIB Kesekretariatan

Sesuai amanat PP 27 Tahun 2014 dan Permendagri Nomor 19 Tahun 2016, BKD Kab. Solok melakukan inventarisasi aset BMD pada tahun 2019. Inventarisasi aset tersebut telah dimulai semenjak akhir bulan Agustus 2019 dan masih berlangsung sampai dengan saat ini. Inventarisasi ini memakan waktu yang lama karena banyaknya aset yang harus diinventarisasi. Tidak kurang dari 1.500 aset yang harus diinventarisasi oleh BKD dengan berbagai macam ragam dan jenisnya. Selain itu, untuk mendapatkan hasil inventarisasi yang baik, perlu dilakukan secara prudent dan terorganisir.

Inventarisasi aset BMD yang merupakan rutinitas 5 tahunan ini dilakukan oleh BKD secara anti mainstream. anti mainstream yang dimaksud di sini adalah BKD melakukan cara-cara inventarisasi yang berbeda dengan cara-cara lazimnya. BKD bertekad inventarisasi kali ini bersifat berkesinambungan dan terarah. Untuk inventarisasi ini, BKD menyiapkan formulir-formulir inventarisasi yang dapat memudahkan dan mendokumentasikan apa-apa yang dilakukan dalam inventarisasi aset BMD. Selain itu, BKD juga mengambil foto setiap aset yang diinventarisir sehingga diharapkan semua orang dapat mengidentifikasi setiap aset yang ada di BKD melalui foto yang telah diambil tersebut. Hal ini juga akan bermanfaat ketika pergantian pengurus barang. Dikarenakan terdapat foto untuk masing-masing aset, pengurus barang yang baru tidak kesulitan lagi mengidentifikasi aset yang ada di catatannya. Selanjutnya, setiap aset yang diinventarisir tersebut diberi label yang mana di dalam label tersebut terdapat kode ruangan dimana aset tersebut seharusnya berada sehingga ketika aset tersebut berpindah ruangan akan segera ketahuan oleh pengurus barangnya tanpa perlu melihat Kartu Inventaris Barang (KIR) terlebih dahulu. Yang tak kalah pentingnya, BKD juga menyiapkan aplikasi yang dapat menyajikan aset-aset berupa kendaraan berikut foto dan dokumen penunjukan pemakainya.

Inovasi-inovasi yang terus dilakukan BKD ini tak lain ingin memberikan contoh sebagai institusi yang terdepan di Kabupaten Solok karena tidak ada inovasi berarti mati. (red-Anthony Saliza)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment